Friday, 27 May 2011

makalah ipa di sd


BAB I
PENDAHULUAN

Sebagai guru bahasa yang ideal dan profesional, kita diharapkan bukan hanya menguasai kaidah kebahasaan saja, akan tetapi, kita diharapkan juga mampu menyelesaikan, melaksanakan, dan mengepaluasi pembelajaran bahasa Indonesia. Agar mampu menguasai semuanya selain harus memahami tujuan dan isi kurikulum, kita juga harus memiliki wawasan, pengetahuan, pemahaman tentang BI dan sastra yang diajarkan pada kelas rendah dan kelas tinggi di Sekolah Dasar (SD) serta memiliki keterampilan berbahasa yang baik.
Makalah ini terdiri atas 2 modul yaitu :
1.      Modul 10 kegiatan belajar 1 dan 2
2.      Modul 11 kegiatan belajar 1
Modul 10 terdiri atas :
1.      Hakikat  Pembelajaran
2.      Pembelajaran Bahasa
3.      Pembelajaran BI di SD
4.      Pembelajaran BI di SD dengan Fokus Menyimak
5.      Tujuan pembelajaran Menyimak
6.      Teori menyimak
7.      Hakikat menyimak
8.      Jenis-jenis menyimak
9.      Unsur-unsur menyimak
10.  Teknik menyimak efektif
11.  Teknik peningkatan daya simak
12.  Materi atau bahan ajar yang sesuai untuk kegiatan menyimak
13.  Metode atau teknik pembelajaran menyimak
14.  Model pembelajaran BI di SD dengan fokus menyimak


BAB II
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN FOKUS MENYIMAK
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD

A.     HAKIKAT PEMBELAJARAN
Kimble mengemukakan bahwa perubahan tngkah laku siswa setelah melaksanakan pembelajaran adalah tingkah laku yang relatif permanen, tingkah laku yangdiakibatkan oleh adanya penguatan praktis. Beberapa detail hakikat pembelajaran tersebut dikemukakan sebagai berikut :
·         Pembelajaran menyebabkan tingkah laku, dengan kata lain, proses belajar dapat diamati, bahwa setelah mengikuti pembelajaran, seseorang dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukan.
·         Perubahan tingkah laku tersebut relatif permanen.
·         Perubahan tingkah laku tidak dapat begitu saja berubah menjadi pengalaman walaupun potensi untuk itu telah dimiliki.
·         Perubahan tingkah laku disebabkan pengalaman / latihan praktis.
·         Pengalaman /latihan harus selalu ditajamkan, terutama pada tanggapan yang memerlukanadanya penghargaan / reward
B.     PEMBELAJARAN BAHASA
Pembelajaran yang dimaksud disini adalah pembelajaran dalam situasi formal. Pembeljaran pada dasarnya merupakan sebuah aktivitas, sistematik, sistematis, dan terencana.
Untuk melaksanakan pembelajaran perlu perencanaan yang dipersiapkan dan evaluasisebagai tindak lanjut untuk mengetahui berhasil tidaknya pembelajaran tersebut .  untuk mewujudkan karakteristik pembelajaran bahasa terdapat beberapa permasalahan, permasalahannya adalah sebagai berikut:
1.      Tujuan pembelajaran
2.      Materi pembelajaran
3.      Strategi pembelajaran
4.      Evaluasi
5.      Siswa



C.     PEMBELAJARAN BAHASA DI SD
Bahasa Indonesia di sekolah digunakan sebagai bahasa pengantar sejak SD sampai  Perguruan Tinggi (PT), sedangkan mata pelajaran pokok diajarkan sejak SD sampai SLA, diperguruan BI diajarkan sebagai mata kuliah dasar umum (MKDU) pada jurusan nonbahasa Indonesia. Walaupn di SD BI diajarkan sebagai mata pelajaran pokok, akan tetapi pada kelas-kelas rendah untuk daerah-daerah tertentu masih digunakan bahasa daerah (BD) sebagai alat interaksi dalam proses belajar mengajar di kelas
D.     PEMBELAJARAN BAHASA DENGAN FOKUS MENYIMAK
Pembelajaran bahasa dengan focus menyimak diuraikan sebagai berikut :
1.      Teori Menyimak
Kegiatan menyimak yang dalam Kurikulum 2004 disebut dengan istilah mendengarkan, tidak bias dilepaskan dengan kegiatanberbicara sebagai suatu jalinan komunikasi.
Menyimak merupakan kegiatan untuk menerima pesan, gagasan, informasi, pikiran, perasaan, yang disampaikan dengan bahasa lisan. Menyimak melibatkan unsure-unsur kejiwaan.
a.       Hakikat menyimak
Ketika kita sedang menonton sinetron yang kita sukai di Televisi, kita mendengarkan suara orang berbicara di jalan/gang dekat rumah kita. Namun, kita tetap saja memperhatikan TV yang sedang ramai karena ceritanya sangat kita sukai . pada peristiwa itu secara tidak sadar bahawa kita telah menyimak  isi dari sebuah cerita dari sinetron.
Menurut Kamidjan menyimak adalah suatu proses mendengarkan lambing -lambing bahasa lisan dengan sungguh-sungguh penuh perhatian, pemahaman, apresiatif, yang dapat disertai dengan pemahaman makna komunikasi yang disampaikan secara nonverbal
b.      Jenis-jenis meyimak
Secara garis besar, Tarigan membagi jenis menyimak menjadi dua macam yaitu ;
1.      Menyimak ekstensif
2.      Menyimak intensif

c.       Teknik menyimak efektif
Agar dapat menyimak dengan baik, penyimak perlu mengetahui syarat menyimak efektif yaitu ;
1.      Menyimak dengan berkonsentrasi
2.      Menelaah materi simakan
3.      Menyimak dengan kritis
d.      Teknik peningkatan daya simak
Untuk meningkatkan daya simakkita perlu memperhatikan teknik-teknik sebagai berikut :
1.      Teknik loci
2.      Teknik penggabungan
3.      Teknik fonetik
4.      Teknik akronim
5.      Teknik pengelompokan kategori
6.      Teknik pemenggalan
e.       Unsur-unsur menyimak
Unsur-unsur dasar menyimak adalah :
1.      Pembicara
2.      Penyimak
3.      Bahan simakan
4.      Bahasa liasan yang digunakan
2.      Pembelajaran Bahasa Idonesia dengan Fokus Menyimak
Pembelajaran bahasa dengan fokus menyimak maka materi yang diajarkan disampaikan dengan teknik-teknik menyimak, yaitu kegiatan dimulai dengan kegiatan siswa menyimak dan hasil menyimak menjadi tujuan mencapai hasil belajar .
Tujuan pembelajaran menyimak di SD adalah :
1.      Melatih siswa menghargai orang lain
2.      Melatih siswa disiplin
3.      Melatih siswa berpikir kritis
4.      Melatih siswa meningkatkan daya nalar
5.      Melatih siswa untuk meningkatkan keterampilan berbicara.
Untuk tujuan pembelajaran menyimak di SD kelas rendah  adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Maka untuk kelas I dan II lebih diutamakan pada membiasakan siswa menyimak apa yang didengar untuk mengembangkan kemampuannya dalam membaca dan menulis.

BAB  III
MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN FOKUS MENYIMAK

A.     MATERI ATAU BAHAN YANG SESUAI UNTUK KEGIATAN MENYIMAK
Dalam menyusun bahan ajar yang perlu kita perhatikan adalah:
1.      Siswa
2.      Pendekatan
3.      Tema
4.      Media
5.      Lingkungan
6.      Saran
Dalam memilih bahan ajar perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut ;
v  Keluasan bahan ajar
v  Keterbatasan waktu
v  Perbedan karakteristik siswa
v  Perkembangan ilmu pengetahuan, teknoogi, dan seni

B.     METODE ATAU TEKNIK PEMBELAJARAN MENYIMAK
Guru yang professional, di samping dapat menyusun bahan ajar dan juga menguasainya, dituntut terampil dalam menyampaikan materi itu kepada siswa. Oleh karena itu, kita tentu harus mengetahui dan dapat menerapkan beberapa metode dalam pembelajaran yaitu ;
1.      Simak-Tulis
2.      Simak-Terka
3.      Simak-Cerita

Setelah kita memahami tentang metode pembelajaran bahasakita juga perlu mempelajari teknik-teknik pembelajaran menyimak yang sesuai dan dapat dilakukan di SD yaitu ;
1.  simak- ulang ucap
6. simak-baca
11. simak-bisik berantai
2.  simak-tulis
7. simak- rangkuman
12. simak-sanggah
3. simak-terka
8. simak-lengkapi
13. simak-temukan benda
4. simak-cerita
9. simak-kerjakan

5. simak-jawab
10. simak-lakukan




















BAB IV
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN FOKUS BERBICARA

A.     TEORI BERBICARA
Berbicara sebagai wujud dari aktivitas lisan dalam komunikasi dan berbicara merupakan ungkapan pikiran dan perasaan seseorang dalam bentuk bunyi-bunyi bahasa. Kemampuan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi.
B.     KOMPONEN BERBICARA
Menurut Tarigan komponen-komponen yang terlibat dan mempengaruhi pembicaraan adalah :
1.      Pembicara
2.      Pembicaraan
3.      Penyimak
4.      Media
5.      Saran penunjang
6.      interaksi
C.     HAKIKAT BERBICARA
Pada hakikatnya berbicara merupakan ungkapan pikiran dan perasaan pikiran seseorang dalam bentuk bunyi-bunyi bahasa.
Kemampuan berbicara merupakan tuntunan utama yang harus kita kuasia sebagai seorang guru.
D.     JENIS-JENIS BERBICARA
Dalam pembahasan mengenai jenis-jenis berbicara, ada 5 landasan yaitu;
1.      Situasi
2.      Tujuan
3.      Jumlah pendengar
4.      Peristiwa khusus
5.      Metode penyampaian



E.     TEKNIK BERBICARA
Teknik bericara dimuka umum terwujud dalam beberapa persiapan yaitu; menentukan maksud pembicaraan, menganalisis pendengar dan situasi, memilih dan menyiapkan topic, mengumpulkan bahan, membuat kerangka uraian, menguraikan secara mendetail, dan berlatih dengan suara nyaring.
F.      EFEKTIVITAS BERBICARA
Efektivitas berbicara akan terpenuhi bila ada kesamaan antara pembicara dengan pendengar, ada sikap saling mendukung dari kedua belah pihak, ada sikap positif, arrtinya pikiran atau ide yang diutarakan dapat diterima sebagai sesuatu yang mendatangkan manfaat bagi keduanya, ada sikap keterbukaan yang ditampilkan oleh kedua belah pihak, masing-masing pihak mencoba menempatkan diri pada lawan bicaranya.


G.    TUJUAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN FOKUS BERBICARA
Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dengan focus berbicara dikelompokan 2 bagian yaitu ;
1.      Pada kelas rendah
Tujuan pembelajaran pada kelas rendah adalah ;
a.       Melatih keberanian siswa
b.      Melatih siswa menceritakan pengetahuan dan pengalamannya
c.       Melatih menyampaikan pendapat
d.      Membiasakan siswa untuk bertanya
2.      Pada kelas tinggi
Tujuan pembelajaran pada kelas tinggi adalah ;
a.       Memupuk keberanian siswa
b.      Mengungkapkan pengetahuan dan wawasan siswa
c.       Melatih siswa menolak pendapat orang lain
d.      Melatih siswa untuk berpikir logis dan kritis
e.       Melatih siswa menghargai pendapat orang lain



BAB V
KESIMPULAN

Kimble mengemukakan bahwa perubahan tngkah laku siswa setelah melaksanakan pembelajaran adalah tingkah laku yang relatif permanen, tingkah laku yangdiakibatkan oleh adanya penguatan praktis. Beberapa detail hakikat pembelajaran tersebut dikemukakan sebagai berikut :
·         Pembelajaran menyebabkan tingkah laku, dengan kata lain, proses belajar dapat diamati, bahwa setelah mengikuti pembelajaran, seseorang dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukan.
·         Perubahan tingkah laku tersebut relatif permanen.
·         Perubahan tingkah laku tidak dapat begitu saja berubah menjadi pengalaman walaupun potensi untuk itu telah dimiliki.
·         Perubahan tingkah laku disebabkan pengalaman / latihan praktis.
·         Pengalaman /latihan harus selalu ditajamkan, terutama pada tanggapan yang memerlukanadanya penghargaan / reward
Dalam memilih bahan ajar perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut ;
v  Keluasan bahan ajar
v  Keterbatasan waktu
v  Perbedan karakteristik siswa
v  Perkembangan ilmu pengetahuan, teknoogi, dan seni
Efektivitas berbicara akan terpenuhi bila ada kesamaan antara pembicara dengan pendengar, ada sikap saling mendukung dari kedua belah pihak, ada sikap positif, arrtinya pikiran atau ide yang diutarakan dapat diterima sebagai sesuatu yang mendatangkan manfaat bagi keduanya, ada sikap keterbukaan yang ditampilkan oleh kedua belah pihak, masing-masing pihak mencoba menempatkan diri pada lawan bicaranya.



BAB VI
KRITIK DAN SARAN


1.      KRITIK
Untuk kritik mungkin tidak ada
2.      SARAN
Saran untuk para audiens diskusi adalah :
1.       Seharusnya para audiens jangan bertanya yang bersifat menguji
2.       Tanyalah kepada kami selaku kelompok 1 apabila teman-teman tidak mengerti, dan akan coba kami jawab dengan sebisa mungkin.
3.       Simaklah apa-apa yang dijelaskan oleh kami guna untuk mengetahui apabila ada kesalahan konsep dari kami tentang pembelajaran IPA
4.       Serta bantulah kami apabia kami tidak bisa menjawab pertanyaan teman-teman.












BAB VII
PENUTUP


Sekian dari kami (kelompok 5) yang telah membahas tentang modul 10 DAN 11 yaitu tentang Pembelajaran bahasa Indonesia dengan focus menyimak dan berbicara. Apabia ada kesalahan dalam penyampaian modul ini kami minta maaf karena kami masih ada dalam tahap belajar. terimakasih untuk tutor yang telah membimbing kami dan tak lupa kepada teman-teman seperjuangan yang telah membantu aktif dalam diskusi ini. Akhir kata
Assalamualaikum . Wr. Wb.














DAFTAR PUSTAKA


Depdikbud. (1985). Menyimak dan pengajarannya. Jakarta : Universitas Terbuka.

Idra. Leo A. dkk. (2002). Mnyimak Modul Pelajaran Terintegrasi Berbasis Kompetensi 
            Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdiknas.

Tarigan. Henri Gutur. (1983). Menyimak; sebagai suatuKeterampilan Berbahasa
Bandung: Angkasa






makalah

No comments:

Post a Comment